Ini 12 Manfaat Adas untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya

Kita mengenal Adas sebagai salah satu rempah aromatik dengan banyak manfaat.

Umumnya, tanaman dengan nama latin Foeniculum vulgare ini digunakan sebagai bumbu penyedap makanan.

Daunnya sering diolah menjadi berbagai olahan sayur seperti bobor, asinan, acar, atau dijadikan lalapan.

Selain itu, adas memiliki bentuk buah yang kecil menyerupai biji, sehingga sering dikenal sebagai biji adas.

Biji adas memiliki cita rasa yang khas dengan sensasi rasa pedas yang menyegarkan.

Karena itulah, adas kerap dikombinasikan dengan rempah lain menjadi jamu empon-empon yang kabarnya dapat menyehatkan badan.

Ternyata, hal tersebut bukan sekadar isapan jempol belaka.

Studi moderen menunjukkan adas memang mengandung berbagai jenis vitamin, mineral, dan senyawa aktif untuk mencegah penuaan hingga berbagai penyakit kronis.

Untuk lebih lengkapnya, yuk, simak manfaat adas hingga efek sampingnya di bawah ini!

gambar tanaman adas di atas meja

tanaman atau sayur adas

Kaya Nutrisi dan Antioksidan

Adas memiliki banyak manfaat karena kandungan nutrisi dan antioksidannya yang tinggi.1https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4137549/

Adas mengandung senyawa antioksidan fenolik dan flavonoid, serta vitamin A (48µg/100g) dan C (12mg/100g) yang berfungsi sebagai antioksidan.

Antioksidan sudah populer dengan khasiatnya yang mampu menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan.

Antioksidan juga mampu menangkal radikal bebas penyebab penyakit inflamasi, seperti diabetes, penyakit kardiovaskuler, hingga kanker.

Selain itu, adas kaya akan kalsium yang baik untuk kesehatan tulang.

Adas mengandung 49 mg kalsium dalam setiap 100 gram-nya, lebih tinggi dibandingkan kandungan kalsium pada apel, pisang, kurma, dan anggur!

Vitamin dan mineral lain yang terkandung dalam adas antara lain vitamin K, potasium, sodium, serta fosfor.

back to menu ↑

Meredakan Gejala Menopause

Menopause adalah berhentinya siklus menstruasi pada wanita.

Pada masa menopause, terjadi perubahan hormon sehingga terjadi transisi secara fisik dan psikologis yang terasa mengganggu.

Adas ternyata mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa mirip hormon estrogen yang mampu mengurangi gejala menopause tanpa efek samping serius.

Ada sebuah penelitian kecil yang dilakukan untuk melihat khasiat ini.

45 wanita post-menopause menerima suplementasi ekstrak biji adas sebanyak 100 gram yang diminum dua kali sehari selama delapan minggu.2https://www.researchgate.net/publication/316992862_Effect_of_Foeniculum_vulgare_Mill_fennel_on_menopausal_symptoms_in_postmenopausal_women_a_randomized_triple-blind_placebo-controlled_trial

Hasilnya, terjadi penurunan gejala menopause seperti hot flashes atau sensasi panas, jantung berdebar, gangguan tidur, nyeri otot, serta perbaikan mood secara signifikan.

back to menu ↑

Membantu Meningkatkan Produksi ASI

Ekstrak adas ternyata juga mampu meningkatkan produksi ASI.

Penelitian di Iran memperlihatkan efek peningkatan hormon prolaktin pada hewan coba setelah diberikan ekstrak biji adas.3https://www.researchgate.net/publication/281199525_Study_of_Foeniculum_vulgare_Fennel_Seed_Extract_Effects_on_Serum_Level_of_Estrogen_Progesterone_and_Prolactin_in_Mouse

Hormon prolaktin bertugas untuk memproduksi ASI pada ibu menyusui.

Adas juga mampu memicu agar ASI dapat terus keluar dengan lancar.

back to menu ↑

Berpotensi Mengatasi Obesitas

Obesitas adalah akumulasi lemak berlebih dalam tubuh yang menyebabkan kenaikan berat badan.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, mungkin adas bisa jadi herba pilihan untuk menemani diet Anda.

Ekstrak buah adas pada studi hewan coba mampu memicu pelepasan kolesistokinin, yaitu hormon yang dapat meningkatkan sensasi kenyang.4https://scialert.net/fulltext/?doi=ajft.2012.622.632

Keberadaan serat pangan pada adas juga berfungsi meningkatkan rasa kenyang sehingga menurunkan asupan kalori dan berat badan.5https://scialert.net/fulltext/?doi=jbs.2017.312.319&org=11

Studi tersebut juga memperlihatkan penurunan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar perut hewan coba sebagai penanda utama obesitas.

Komponen aktif adas diketahui memiliki kemampuan menghambat ekspresi gen penghasil lemak sehingga akumulasi lemak tubuh bisa menurun.

Contoh esktrak biji Adas

Contoh ekstrak biji Adas

back to menu ↑

Melindungi Hati dari Kerusakan

Ekstrak tanaman adas ternyata dapat melindungi organ hati.

Studi tahun 2012 pada hewan coba menunjukkan pemberian 12.5µg/ml ekstrak tanaman adas mampu melindungi hati dari kerusakan yang disebabkan oleh pemberian parasetamol dosis tinggi.6https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3326756/

Paracetamol adalah kategori obat penurun demam dan pereda nyeri yang umum digunakan.

Studi lain yang dilansir dari Saudi Journal of Biological Science juga memperlihatkan perbaikan nilai AST, ALT, ALP, dan bilirubin di dalam darah.7https://reader.elsevier.com/reader/sd/pii/S1319562X16301450?token=00236F66E2CD17A99338C37B5090C7D0978EF694E95FA01982CC6E40F2C71B63D900E59ADDE84A29A0017277EABC9974

Tingginya nilai biokimia tersebut merupakan tanda adanya kerusakan di hati.

Komponen fenolik dan flavonoid sebagai antioksidan kemungkinan berperan besar pada manfaat adas satu ini.

Antioksidan mampu melindungi sel dan jaringan sehingga tidak terjadi kerusakan.

back to menu ↑

Bersifat Antibakteri

Lagi-lagi, kandungan berbagai senyawa antioksidan pada adas membawa manfaat baik bagi kesehatan.

Keberadaan asam galat, quercetin, dan kaempferol serta polifenol lainnya membuat adas berpotensi sebagai agen antimikroba.8https://www.imedpub.com/articles/polyphenols-flavonoids-and-antimicrobial-properties-of-methanolic-extract-of-fennel-foeniculum-vulgare-miller.pdf

Senyawa aktif tersebut kemungkinan menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri merugikan seperti E. coli, P. aeruginosa, B. pumilus, dan S. aureus.

Bakteri-bakteri tersebut menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran cerna, infeksi saluran urin, keracunan makanan, hingga pneumonia.

back to menu ↑

Berpotensi sebagai Antikanker

Penelitian menunjukkan adanya potensi ekstrak adas sebagai penangkal kanker.

Pemberian ekstrak adas ternyata bisa menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, kanker kolon, dan kanker hati pada studi laboratorium.9http://www.journalijar.com/article/4886/anti-carcinogenic-activity-of-methanolic-extract-of-fennel-seeds-%28foeniculum-vulgare%29-against-breast,-colon,-and-liver-cancer-cells/

Dilansir dari International Journal of Advanced Research tahun 2015, komponen aktif pada adas diperkirakan mampu merusak dan mempercepat kematian sel kanker.

Dalam penelitian tersebut, ekstrak biji adas dapat memicu ekspresi gen p53 yang memicu kematian sel kanker.

Studi awal pada hewan coba juga menunjukkan potensi ekstrak adas dalam melindungi organ tubuh dari efek samping obat kemoterapi cyclophosphamide.10http://www.journalijar.com/article/4886/anti-carcinogenic-activity-of-methanolic-extract-of-fennel-seeds-%28foeniculum-vulgare%29-against-breast,-colon,-and-liver-cancer-cells/

Namun, penelitian tersebut masih terbatas pada organ reproduksi ovarium saja.

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat ekstrak adas untuk melawan kanker lainnya, khususnya pada manusia.

back to menu ↑

Mencegah Kerusakan Ginjal

Aktivitas antioksidan ternyata juga memberikan manfaatnya pada kesehatan ginjal.

Penelitian hewan coba tahun 2016 dilakukan untuk mengetahui efek adas terhadap kesehatan ginjal.11https://reader.elsevier.com/reader/sd/pii/S1319562X16301450?token=00236F66E2CD17A99338C37B5090C7D0978EF694E95FA01982CC6E40F2C71B63D900E59ADDE84A29A0017277EABC9974

Minyak adas ternyata memicu penurunan serum kreatinin dan urea dalam darah yang merupakan tanda adanya kerusakan pada ginjal.

Herba tersebut juga memperbaiki struktur beberapa bagian ginjal yang telah rusak, bahkan hingga ke bentuk normal.

gambar minyak, sayur dan biji Adas

Ekstrak minyak, sayur dan biji Adas

back to menu ↑

Baik untuk Kesehatan Jantung

Kehebatan lain dari adas adalah kemampuannya untuk memperbaiki kadar kolesterol ke nilai normal.

Studi hewan coba pada jurnal American Journal of Food Technology menunjukkan ekstrak biji adas mampu menurunkan nilai total kolesterol dan LDL serta meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik.12https://scialert.net/fulltext/?doi=ajft.2012.622.632

Tingginya total kolesterol dan LDL serta rendahnya HDL berkaitan erat dengan penyakit penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah.

Kondisi tersebut bisa memicu penyakit jantung hingga stroke.

back to menu ↑

Mampu Menurunkan Gula Darah

Ekstrak adas ternyata juga memiliki efek yang bisa mengontrol gula darah.13https://scialert.net/fulltext/?doi=ajft.2012.622.632

Herba ini bisa mencegah hiperinsulinemia atau kadar insulin yang terlalu tinggi dalam darah.

Kondisi tersebut biasa muncul pada penderita resistensi insulin, dimana sel tubuh tidak merespon terhadap hormon insulin sehingga kadar gula dalam darah meninggi.

Adas juga dapat mencegah kenaikan gula darah dengan menghambat penyerapan gula di usus.

back to menu ↑

Mengatasi Konstipasi atau Sembelit

Konstipasi adalah kondisi sulit buang air besar yang umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan serat.

Kandungan antioksidan glutathione dan superoxide dismutase pada adas berefek pada membaiknya konstipasi pada pasien obesitas yang menjalani diet rendah kalori.14https://scialert.net/fulltext/?doi=jbs.2017.312.319&org=11

Membaiknya kondisi pasien ternyata juga diikuti dengan perbaikan mood dan fungsi kognitif yang sering terganggu pada pasien konstipasi.

back to menu ↑

Melindungi Pencernaan

Adas ternyata bersifat protektif terhadap lambung kita.

Pemberian ekstrak tanaman adas ternyata mampu memperbaiki jaringan lambung hewan coba yang sudah rusak karena pemberian etanol atau sejenis alkohol murni.15https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4065985/

Lagi-lagi, efek antioksidan pada adas-lah yang berperan penting dalam penyembuhan lesi di lambung, bahkan khasiatnya menyerupai famotidine, salah satu obat sakit lambung.

back to menu ↑

Efek Samping dan Kontraindikasi

Penelitian terkait efek samping konsumsi adas belum banyak dilakukan.

Ada sebuah penelitian yang memperlihatkan efek toksik atau racun di hati pada pemberian ekstrak adas sebanyak 1000 µg/mL.16https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3326756/

Penelitian lain juga menunjukkan pemberian ekstrak biji adas dengan dosis tinggi sebanyak 12.5 dan 25 mg dapat menyebabkan kegagalan organ dan pembentukan tulang pada embrio pada tikus percobaan.17https://www.researchgate.net/publication/338987234_Teratogenic_effect_of_the_aqueous_extract_of_the_Foeniculum_vulgare_fennel_on_fetal_development_in_mice

Jadi, kami menyarankan agar tidak mengonsumsi adas dalam dosis tinggi.

Di sisi lain, adas mengandung fitoestrogen yang berfungsi seperti hormon estrogen dalam tubuh.

Tingginya kadar estrogen pada saat kehamilan bisa memicu gangguan pada perkembangan janin.

Sehingga, ibu hamil tidak disarankan mengkonsumsi suplemen adas, terlebih lagi tanpa pengawasan dokter.

back to menu ↑

Cara Konsumsi

Tanaman adas bisa dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari atau diolah menjadi jamu.

Daun adas biasa dimasak menjadi berbagai olahan sayuran atau dimakan langsung menjadi lalapan

Sementara itu, bijinya sering dipakai sebagai bahan baku bumbu kari.18http://banten.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/publikasi/folder/958-mengenal-tanaman-adas

Biji adas memiliki aroma rempah yang khas sehingga nikmat jika dicampurkan ke berbagai makanan seperti kue.

Biji adas juga sering dikombinasikan dengan rempah lain seperti jahe, kunyit, dan temulawak menjadi jamu empon-empon untuk menyegarkan badan.

Anda juga bisa membuat hidangan yang lebih praktis dengan membuat teh biji adas.

Cukup seduh biji adas dengan air panas dan tambahkan sedikit gula atau madu, lalu teh siap untuk dinikmati.

Saat ini, biji dan ekstrak daun adas sudah banyak dijual di pasaran sehingga Anda tidak perlu kesulitan mencarinya.

gambar sepiring masakan sayur adas

Contoh masakan sayur Adas

back to menu ↑

Kesimpulan

Bagian tumbuhannya bisa dijadikan sayur, salad atau lalapan.

Selain itu, biji adas juga membawa segudang khasiat untuk kesehatan tubuh kita.

Berbagai penelitian telah menunjukkan dampak baik tanaman ini terhadap kesehatan, khususnya bagian buahnya yang menyerupai biji. .

Adas mengandung berbagai jenis antioksidan seperti senyawa flavonoid dan fenolik yang bisa menghadang berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, hingga kanker.

Kandungan antioksidannya bisa melindungi organ tubuh seperti hati, ginjal, lambung, serta jantung.

Tidak sampai di situ, adas mampu meredakan gejala menopause yang sering mengganggu secara fisik dan psikologis serta meningkatkan produksi ASI.

Tapi, perlu diperhatikan bahwa suplementasi adas tidak dianjurkan apabila Anda sedang hamil.

Adas mengandung fitoestrogen yang memiliki fungsi mirip hormon estrogen, yang jika berlebihan ketika hamil, bisa mengganggu perkembangan janin.

Terakhir, penelitian-penelitian terkait manfaat dan efek samping adas masih terbatas pada uji coba laboratorium dan hewan coba saja.

Oleh karena itu, konsumsi adas untuk pengobatan dalam bentuk ekstrak suplemen dalam jangka waktu panjang tidak disarankan.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda menderita penyakit kronis atau berencana mengonsumsinya untuk pengobatan.

Share this:
Srikaya.id
Logo
Reset Password