Segudang Manfaat Minyak Zaitun atau Olive Oil, Si ‘Minyak Sehat’

Minyak zaitun tergolong sebagai minyak tersehat dan tergolong mahal di antara minyak sayur lainnya.

Manfaat minyak zaitun pun bukan hanya untuk memasak, tetapi juga untuk kesehatan.

Minyak ini terbukti tinggi akan lemak tak jenuh serta berbagai senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan.

Sejak dulu, penduduk di wilayah Mediterania sudah memasukkan minyak ini ke dalam kebiasaan makan mereka sehari-hari, yang dikenal dengan nama Diet Mediterania.

Penambahan minyak zaitun dalam diet tersebut, menurut penelitian, membawa segudang manfaat untuk kesehatan.

Penasaran dengan manfaat lainnya? Simak hingga tuntas untuk tahu ragam manfaat minyak zaitun untuk kesehatan Anda.

Tinggi Antioksidan

Minyak zaitun kaya akan antioksidan yang berperan penting dalam mencegah dan menanggulangi penyakit kronis.

Keberadaan antioksidan mampu melindungi kita dari radikal bebas yang bisa merusak sel-sel dalam tubuh.

Berikut ini adalah beragam komponen antioksidan pada minyak zaitun.1

  • Senyawa fenolik, seperti oleuropein dan tirosol. Oleuropein juga merupakan senyawa yang memberikan sensasi rasa pahit pada minyak zaitun.
  • Polifenol, seperti flavonoid dan lignan.
  • Pigmen beta karoten, klorofil, neoxanthin, dan lutein. Selain sebagai pemberi warna pada minyak zaitun, pigmen tersebut jugaberperan sebagai antioksidan.
  • Sterol. Senyawa ini adalah salah satu indikator untuk menilai keaslian dan kualitas minyak zaitun. Minyak zaitun berkualitas rendah biasanya kandungan sterolnya rendah.
  • Vitamin E atau alfa-tokoferol. Dalam satu kilogramnya, minyak zaitun mengandung 191.5 hingga 292.7mg vitamin E. Kemampuannya sebagai radikal bebas juga membuat vitamin ini bagus untuk kesehatan kulit.
back to menu ↑

Kaya Akan Lemak Tak Jenuh

Minyak zaitun berbeda dari minyak lainnya karena kandungan lemak tak jenuhnya (unsaturated fats) yang tinggi.

Jenis lemak ini berbeda dari lemak trans dan lemak jenuh yang merugikan tubuh kita.

Kedua jenis lemak tersebut sering kita jumpai pada makanan hewani, dan olahannya, serta gorengan yang berisiko meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan.

Terdapat dua jenis lemak tak jenuh, yaitu lemak tak jenuh tunggal atau yang disebut Monounsaturated Fats (MUFA) dan lemak tak jenuh ganda atau Polyunsaturated Fats (PUFA).

Minyak zaitun mengandung 11% PUFA dan lemak tak jenuh sebesar 14% saja.2

MUFA adalah jenis lemak yang mendominasi pada minyak satu ini.

Minyak zaitun mengandung hingga 80% asam oleat, salah satu asam lemak tak jenuh tunggal yang membuat minyak ini menjadi sumber lemak sehat.1

back to menu ↑

Mencegah Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Minyak zaitun sudah populer akan manfaatnya terhadap kesehatan jantung karena kandungan lemak tak jenuhnya yang tinggi.

MUFA mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sehingga mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah.3

Senyawa fenolik pada minyak zaitun, khususnya oleuropein juga dapat meningkatkan fungsi HDL untuk mengangkut kolesterol di sirkulasi darah kembali ke hati.4

Fungsi HDL tersebut bermanfaat mencegah terjadinya penumpukan kolesterol di pembuluh darah.

Selain itu, minyak zaitun juga memiliki efek yang mampu menurunkan tekanan darah.3

Tekanan darah yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko lain dari penyakit jantung.

back to menu ↑

Mencegah Berbagai Jenis Tumor dan Kanker

Pada penderita kanker, terjadi an pertumbuhan sel-sel yang abnormal.

Sel-sel ini bisa menjadi ganas dan berpotensi menyebar dan merusak jaringan dan organ di sekitarnya.

Minyak zaitun mengandung senyawa antioksidan polifenol dan turunannya yang bersifat sebagai antikanker.

Senyawa tersebut dapat mengontrol perkembangan sekaligus memicu kematian sel-sel kanker, serta mencegah terjadinya kerusakan DNA.

Berbagai penelitian menunjukkan potensi minyak zaitun dalam menurunkan risiko berbagai jenis kanker, seperti leukemia, kanker kolorektal, kanker paru-paru, dan kanker payudara.5

Manfaat minyak zaitun satu ini juga berkaitan dengan keberadaan senyawa squalene yang memiliki efek antitumor terhadap beberapa jenis kanker.1

Selain itu, senyawa aktif lain seperti oleuropein mampu melindungi sel-sel sehat dari efek racun obat-obatan kemoterapi, seperti cisplatin.5

Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk memastikan efek minyak zaitun dalam mencegah dan mengatasi kanker, khususnya pada manusia.

Mengontrol Kadar Gula Darah

Manfaat lain minyak zaitun adalah mampu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Studi tahun 2015 menunjukkan konsumsi minyak zaitun sebesar 10 gram dapat mencegah terjadinya lonjakan gula darah setelah makan pada individu sehat.6

Efek tersebut dikarenakan minyak zaitun bisa memicu pengeluaran hormon insulin sehingga kadar gula darah tetap terkontrol.

Antioksidan pada minyak zaitun juga turut serta mencegah pembentukan radikal bebas Reactive Oxygen Species (ROS).

ROS adalah radikal bebas reaktif yang bisa menyebabkan resistensi insulin dan kadar gula yang tinggi berkepanjangan.

Resistensi insulin adalah kondisi di mana respon sel tubuh terhadap insulin berkurang sehingga, kadar gula darah meningkat.

Dengan begitu, minyak zaitun berpotensi besar untuk mencegah terjadinya diabetes melitus.

back to menu ↑

Mencegah Penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit saraf yang ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif, memori, berbahasa, serta perilaku, yang umumnya terjadi pada lansia di atas 65 tahun.

Senyawa fenolik pada minyak zaitun ternyata bermanfaat dalam mencegah dan memperlambat keparahan Alzheimer.

Ada sebuah penelitian di Amerika Serikat pada 2016 silam dilakukan pada hewan coba yang menguji manfaat minyak zaitun satu ini.

Hasilnya, pemberian minyak zaitun selama enam bulan mampu menurunkan produksi dan penumpukan beta-amyloid di otak yang memicu Alzheimer.7

Beta-amyloid adalah sejenis protein yang dicurigai berkaitan erat dengan terjadinya Alzheimer.

Peneliti belum mengetahui secara pasti fungsi dari protein tersebut, namun penumpukan beta-amyloid diperkirakan menjadi salah satu faktor rusaknya sel-sel otak yang menyebabkan Alzheimer.8

Meskipun begitu, penelitian di atas masih terbatas pada hewan coba saja, sehingga perlu studi lebih lanjut untuk memastikan efek tersebut pada manusia.

back to menu ↑

Berpotensi Mengatasi Kecemasan dan Depresi

Minyak zaitun mengandung asam linolenat atau omega-3 yang mampu berperan sebagai antidepresi pada minyak sehat ini.

Tingginya kadar omega-3 pada sirkulasi darah mampu melindungi tubuh dari zat-zat pencetus inflamasi atau peradangan yang bisa menyebabkan timbulnya depresi.

Pada suatu studi hewan coba di Pakistan, pemberian minyak zaitun bisa meningkatkan pelepasan dopamin, yakni hormon pengatur emosi yang bisa meningkatkan mood kita.9

Selain itu, minyak zaitun juga memiliki efek ansiolitik yang bisa mencegah dan mengatasi gejala gangguan kecemasan.9

Efek tersebut berasal dari kandungan antioksidan seperti komponen fenolik, tokoferol atau vitamin E, dan oleuropein.

back to menu ↑

Baik untuk Kulit

Jika Anda sering membeli produk perawatan kulit, mungkin Anda akan melihat minyak zaitun sebagai salah satu bahan bakunya.

Komponen antioksidan pada minyak zaitun dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, luka bakar, dan mengurangi risiko kanker kulit.10

Dilansir sebuah penelitian tahun 2015 lalu, minyak zaitun ternyata juga dapat mencegah iritasi atau peradangan kulit akibat efek samping radioterapi pada pasien kanker nasofaring.11

Manfaat tersebut diperoleh dari kandungan asam linoleat pada minyak yang mampu menjaga lapisan terluar kulit dari kerusakan.

back to menu ↑

Melindungi Pencernaan

Minyak zaitun juga bisa menjaga kesehatan pencernaan kita.

Penelitian yang diterbitkan jurnal Nutrients menunjukkan, minyak zaitun mampu mengurangi peradangan pada usus hewan coba yang mengalami radang usus besar atau kolitis.12

Pada studi tersebut, permukaan usus terlihat membaik dan zat-zat penanda peradangan atau inflamasi mengalami penurunan setelah pemberian minyak zaitun.

Senyawa fenolik pada minyak zaitun berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang memicu peradangan di usus.

Tapi, penelitian tersebut masih terbatas pada hewan coba.

Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui manfaat minyak zaitun untuk mengatasi kolitis pada manusia.

back to menu ↑

Efek Samping

Minyak zaitun tergolong aman untuk dikonsumsi dan tidak mengakibatkan efek samping yang membahayakan.

Namun, Anda perlu berhati-hati jika sedang mengonsumsi obat penurun gula darah dan tekanan darah.

Dikhawatirkan, interaksi obat dan minyak zaitun menurunkan gula dan tekanan darah secara ekstrem dan membawa efek membahayakan untuk tubuh.

Sehingga, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi minyak zaitun secara rutin.

Perlu diperhatikan bahwa minyak zaitun juga merupakan sumber lemak yang mengandung kalori, sehingga mengonsumsinya secara berlebihan tidak dianjurkan.

Apabila Anda ingin menggunakan minyak zaitun pada kulit yang sensitif, sebaiknya lakukan tes alergi dengan mengoleskannya sedikit pada tangan sebelum menggunakannya.13

Mohon konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami reaksi alergi, seperti ruam kulit.

back to menu ↑

Jenis Minyak Zaitun dan Cara Penggunaannya

Jenis-jenis minyak zaitun bergantung dari pengolahan dan kadar keasamannya.

Semakin sedikit pengolahan dan semakin rendah kadar keasamannya, maka kualitas minyak tersebut semakin baik.

Anda bisa melihat jenis minyak zaitun pada label kemasan dan memilihnya sesuai kebutuhan.

Dikutip dari The Spruce Eats, berikut ini adalah jenis-jenis minyak zaitun serta cara penggunaannya.14

  • Extra Virgin Olive Oil. Merupakan jenis minyak zaitun dengan kualitas terbaik, memiliki kadar keasaman maksimal 0.8% saja. Minyak zaitun extra virgin berasal dari perasan buah zaitun pertama dan tidak melewati banyak proses pengolahan. Jenis minyak zaitun ini tidak disarankan untuk memasak karena akan merusak cita rasa dan kualitas minyak. Anda bisa menambahkannya ke dalam salad sebagai dressing.
  • Virgin Olive Oil. Memiliki kualitas yang lebih rendah dengan kadar keasaman maksimal 1.5-2%. Sama seperti minyak zaitun extra virgin, minyak ini tidak melewati banyak proses pengolahan. Minyak jenis ini bisa digunakan untuk menggoreng atau menumis makanan.
  • Refined Olive Oil. Disebut juga pure olive oil atau olive oil. Minyak ini memiliki kadar keasaman 0.3%. Minyak zaitun jenis ini berasal dari Virgin Olive Oil yang mengalami pemurnian sehingga mengandung antioksidan yang lebih sedikit. Sama seperti minyak zaitun virgin, minyak ini bisa digunakan untuk memasak makanan.
  • Extra Light Olive Oil. Minyak jenis ini berasal dari campuran minyak virgin dan refined. Nama ‘extra light’ mengacu pada rasa dan warnanya yang tidak terlalu menyengat dan pekat dibanding jenis minyak zaitun lainnya. Minyak ini juga bisa digunakan untuk memasak dan memiliki kadar keasaman kurang dari 1%15
back to menu ↑

Kesimpulan

Meskipun tergolong mahal, minyak zaitun memiliki segudang manfaat yang baik untuk tubuh kita.

Minyak zaitun kaya akan kandungan lemak tak jenuh serta antioksidan yang membuat minyak ini menjadi lebih istimewa.

Berbagai penelitian menunjukkan kemampuan minyak zaitun dalam menangkal beragam penyakit, mulai dari penyakit jantung, diabetes, gangguan pencernaan, hingga berbagai jenis kanker.

Penelitian juga menunjukkan potensi minyak zaitun dalam mencegah dan mengobati gangguan kecemasan dan depresi.

Tidak berhenti sampai di situ, minyak zaitun juga baik untuk menjaga kesehatan kulit dan mempercepat penyembuhan luka.

Sejauh ini, minyak zaitun tidak memiliki efek samping yang membahayakan

Namun, Anda tetap perlu berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter jika sedang mengonsumsi obat-obatan diabetes dan hipertensi.

Referensi
  1. https://www.mdpi.com/2304-8158/9/8/1014/pdf[][][]
  2. https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-benefits-of-olive-oil#:~:text=Olive%20Oil%20Is%20Rich%20in%20Healthy%20Monounsaturated%20Fats&text=About%2014%25%20of%20the%20oil,of%20the%20total%20oil%20content[]
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29141571/[][]
  4. https://www.hindawi.com/journals/ecam/2015/208062/[]
  5. https://content.sciendo.com/downloadpdf/journals/acph/69/4/article-p461.pdf[][]
  6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4521177/pdf/nutd201523a.pdf[]
  7. https://www.researchgate.net/publication/301723688_Extra[]
  8. https://www.alz.org/national/documents/topicsheet_betaamyloid.pdf[]
  9. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3725699/pdf/ISRN.PHARMACOLOGY2013-615685.pdf[][]
  10. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5796020/[]
  11. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4565279/[]
  12. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7230776/[]
  13. https://www.healthline.com/health/olive-oil-benefits-face#risks-and-warnings[]
  14. https://www.thespruceeats.com/types-of-olive-oil-virgin-extra-virgin-and-refined-3054061[]
  15. https://www.oliveoil.com/olive-oil-acidity-index/[]
Share this:
Srikaya.id
Logo
Enable registration in settings - general