10 Manfaat Paprika Ini Sayang untuk Kamu Lewatkan

Ternyata, manfaat paprika bukan hanya sekadar hiasan makanan atau salad saja!

Sayuran yang tergolong cabai manis besar ini menyimpan berbagai manfaat, mulai dari menurunkan berat badan hingga mencegah kanker.

Yang menjadi keunggulan dari paprika adalah kandungan Capcaisin yang tinggi sehingga tidak heran jika paprika mengandung banyak sekali manfaat bagi kesehatan.

Lebih lanjut mari kita simak manfaat-manfaat paprika untuk kesehatan berikut ini.

Sumber Antioksidan

Salah satu keunggulan dari Paprika adalah kaya akan antioksidan alami.

Vitamin A, Vitamin C, dan Flavonoid adalah kandungan antioksidan yang ditemukan pada Paprika.

Berdasarkan sebuah penelitian, kandungan Quercetin dan Luteolin adalah bagian dari Flavonoid yang banyak ditemukan di Paprika yang berperan penting terhadap kesehatan tubuh1.

Peranan utama dari antioksidan ini adalah mampu menangkal radikal bebas di dalam tubuh kita.

Radikal bebas sendiri adalah senyawa yang dapat merusak komponen sel dan diketahui sebagai pencetus dari terjadinya beberapa penyakit tertentu seperti kanker, diabetes, hipertensi, stroke dan lain sebagainya2.

Melalui kandungan antioksidan paprika, sel-sel tubuh kita akan lebih terjaga dari paparan radikal bebas sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit-penyakit yang dapat membahayakan tubuh.

back to menu ↑

Anti Diabetes

Seseorang yang menderita penyakit diabetes kerap kali frustasi karena sulitnya mengontrol kadar gula darah.

Tapi jangan berkecil hati, diabetes melalui beberapa makanan tertentu masih dapat dikontrol.

Dalam beberapa studi yang kami temukan, paprika memiliki potensi dalam mengurangi risiko diabetes melalui penurunan kadar gula darah.

Paprika memiliki efek menurunkan gula darah dan meningkatkan produksi insulin karena kandungan alaminya seperti senyawa Flavonoid, Fenolik, Alkaloid, dan Terpenoid 3.

Studi yang dilakukan pada 42 ibu hamil diabetes menunjukkan, mengonsumsi suplemen paprika 5 mg setiap hari selama 4 minggu secara signifikan menurunkan kadar gula darah setelah makan4.

back to menu ↑

Baik untuk Kesehatan Mata

Kandungan Lutein dan Zeaxanthin pada buah dan sayuran adalah komponen penting untuk kesehatan mata yang banyak dibuktikan secara ilmiah.

Lutein dan Zeaxanthin adalah pigmen yang memberikan warna pada paprika5.

Sebuah penelitian menunjukkan, paprika hijau dan kuning adalah salah satu pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan mata, pengelolaan katarak dan mencegah kerusakan bagian makula di retina mata, terutama di kalangan orang tua6.

Ini karena paprika tersebut kaya akan Lutein, Zeaxanthin dan Beta-karoten, sehingga dapat dijadikan pilihan untuk menjaga kesehatan mata.

Selain zat gizi tersebut, vitamin B6 pada paprika juga mampu menjaga kesehatan mata.

Penelitian menunjukkan, konsumsi vitamin B kompleks terutama B6 berpotensi mencegah kemungkinan terjadinya degenerasi makula dan juga penyakit lain terkait mata7.

back to menu ↑

Mengelola Berat Badan

Tak sedikit masyarakat indonesia mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Padahal obesitas memicu banyak penyakit tidak menular yang mematikan.

Salah satu manfaat lain dari mengonsumsi paprika adalah mampu menurunkan berat badan.

Sebuah penelitian menemukan, potensi anti obesitas pada paprika berasal dari kandungan Capsanthin.

Kandungan tersebut menunjukkan aktivitas pembakaran lemak yang kuat6.

Penelitian lain yang melibatkan 100 orang obesitas menunjukkan, pemberian kapsul Xantophyll paprika yang mengandung Capsanthin selama 12 minggu secara signifikan mengurangi massa lemak perut dan indeks massa tubuh tanpa efek samping8.

Perlu diketahui bahwa Capsanthin adalah jenis senyawa karotenoid turunan dari Xantophyll yang berperan sebagai pigmen alami atau pemberi warna kuning/oranye pada Paprika9.

back to menu ↑

Memperbaiki Kadar Kolesterol

Peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah berkaitan dengan risiko beberapa penyakit kardiovaskular.

Paprika memiliki khasiat dalam memperbaiki kadar kolesterol darah.

Sebuah penelitian yang melibatkan hewan menunjukkan, pemberian Capsanthin paprika selama 2 minggu menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kolesterol HDL darah (kolesterol baik)10.

Kolesterol HDL sendiri berfungsi untuk menghilangkan penumpukan kolesterol berlebih khususnya kolesterol LDL (kolesterol jahat) dari dalam tubuh.

Penelitian lain juga menunjukkan, suplementasi paprika merah selama 12 minggu mampu memperbaiki kadar lemak darah yaitu menurunkan kadar trigliserida dan menurunkan kolesterol LDL6.

Kandungan vitamin C yang tinggi pada paprika merah juga berperan dalam memperbaiki kadar kolesterol darah.

back to menu ↑

Baik untuk Ginjal

Paprika juga diketahui baik untuk ginjal.

Ini karena, kandungan sumber antioksidannya yang tinggi seperti vitamin A, C, E, beta-karoten, capsanthin, dan likopen.

Likopen sendiri adalah zat antioksidan yang memberikan warna merah pada beberapa tanaman termasuk Paprika.

Sebuah penelitian menunjukkan, jus paprika merah dapat mengurangi kerusakan sel ginjal pada hewan percobaan11.

Paprika merah melalui zat antioksidannya memiliki efek proteksi terhadap kerusakan ginjal.

Namun begitu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dosis serta lama pemberian jus yang efektif untuk mengonfirmasi manfaat ini.

back to menu ↑

Berpotensi Sebagai Anti Kanker

Paprika memiliki rasa sedikit pedas jika dikonsumsi. Rasa pedas ini berasal dari kandungan Capcaisin.

Capcaisin pada paprika diketahui berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker12.

Sebuah studi menunjukkan, capsaicin memberikan manfaat anti inflamasi atau peradangan pada kanker lambung13

Beberapa zat karotenoid pada paprika, seperti flavonoid, beta karoten, lutein, dan zeaxanthin, juga dianggap dapat menurunkan risiko kanker tertentu.

Hasil penelitian menunjukkan, wanita yang memiliki kadar beta karoten, lutein, zeaxanthin, dan total karotenoid tertinggi dalam darah, kemungkinannya untuk terpapar kanker payudara lebih kecil 25-35%14.

Kandungan polifenol pada paprika juga merupakan antioksidan alami yang membantu mencegah kanker melalui pembersihan radikal bebas penyebab kanker.

back to menu ↑

Menjaga Kesehatan Pembuluh Darah Kapiler

Tahukah Anda, Paprika merah mengandung dua kali lebih banyak vitamin C dari jeruk15.

Paprika merah tidak hanya membantu memperbaiki kadar kolesterol, tetapi juga membantu dalam melancarkan peredaran darah.

Paprika merah melalui vitamin C nya dapat menjaga kesehatan pembuluh darah kapiler sehingga juga dapat melancarkan peredaran darah.

Selain itu, vitamin C juga dapat membantu menjaga tekanan darah1.

back to menu ↑

Baik Untuk Kesehatan Tulang dan Kulit

Adanya vitamin A pada paprika juga dapat menjaga kesehatan sel epitel, yaitu sel yang menutupi bagian luar permukaan tubuh.

Selain itu juga vitamin A berfungsi pada perkembangan tulang dan gigi normal pada anak-anak dan pencegahan osteoporosis pada orang dewasa1.

Vitamin A juga berperan dalam pemeliharaan kesehatan kulit normal dan pencegahan jerawat1.

Tingkat karotenoid pro-vitamin A (beta-karoten) tergantung pada jenis paprika.

Paprika merah memiliki kandungan karotenoid yang lebih tinggi dibandingkan paprika lainnya.

back to menu ↑

Mengurangi Peradangan dan Nyeri

Paprika memiliki sifat anti-inflamasi yang sangat baik.

Capcaisin adalah komponen aktif biologis yang bertanggung jawab sebagai anti inflamasi.

Paprika dapat membantu meredakan pembengkakan dan nyeri yang terkait dengan gangguan inflamasi16.

Anda dapat menggunakan paprika baik secara internal (sebagai bumbu makanan) maupun secara eksternal (krim atau tapal) untuk mengurangi nyeri atau bengkak.

Paprika yang mengandung capsaicin dapat dioleskan sebagai krim ke area yang sakit sebanyak 3-5 kali sehari. Waktu yang dibutuhkan sekitar 14 hari hingga rasa sakitnya berkurang17.

Capcaisin pada paprika juga diketahui baik untuk mengobati Rhinitis.

Rhinitis adalah salah satu bentuk peradangan pada hidung yang ditandai dengan gejala pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Kandungan Capcaisin pada paprika mampu meredakan gejala radang hidung ini melalui obat hidung atau nasal18.

back to menu ↑

Cara Konsumsi dan Penggunaan

Sejumlah penelitian ilmiah telah membuktikan manfaat dari paprika, dan Anda mungkin dapat mencapai beberapa manfaat tersebut.

Setiap buah paprika yang mengandung capsaicin sebagai bahan aktifnya efektif dalam memberikan manfaat untuk kesehatan.

Anda dapat menggunakan paprika dalam bentuk obat luar (krim), obat untuk hidung (nasal), atau langsung dikonsumsi melalui mulut (oral).

Untuk penggunaan obat luar, krim capsaicin dengan konsentrasi capsaicin 0,025% hingga 0,075% dapat dioleskan 3 hingga 5 kali sehari selama minimal 4 minggu19.

Obat luar atau krim capcaisin dapat digunakan untuk mengobati sakit atau nyeri ringan seperti nyeri otot atau persendian (artritis), sakit punggung, dan keseleo20.

Jangan berikan obat luar ini untuk kulit yang sedang luka atau rusak21.

Untuk penggunaan nasal, dosis 300 mcg larutan paprika dapat dimasukkan ke dalam nasal atau lubang hidung Anda hingga menimbulkan beberapa efek terapeutik22.

Penggunaan obat nasal dapat membantu meredakan pilek, hidung tersumbat, dan sakit kepala disertai flu ringan18.

Untuk penggunaan oral, asupan harian oleoresin paprika (ekstrak paprika) sebanyak 20 dan 100 mg/kg selama 12 minggu ditemukan aman dan tidak menimbulkan efek samping6.

Jika ingin mengonsumsi buahnya langsung, Anda dapat mengonsumsinya sebanyak 30 sampai 120 gram sehari23.

Terdapat berbagai cara untuk mengolah paprika antara lain, paprika dapat direbus, dipanggang, ditumis, dikukus, atau dapat dikonsumsi langsung sebagai garnish, salad, atau dibuat dalam bentuk jus.

Penyimpanan paprika juga perlu diperhatikan. Paprika sebaiknya disimpan di dalam kulkas pada suhu 4 derajat celcius.

Dengan pengolahan dan penyimpanan yang tepat, maka akan menghasilkan paprika yang lezat tanpa mengurangi kandungan gizi didalamnya.

back to menu ↑

Efek samping

Paprika secara umum dikategorikan aman jika dikonsumsi dalam jumlah makanan.

Sebagai obat, paprika juga dikategorikan aman namun dalam jangka waktu pendek dan tidak dalam dosis yang besar.

Konsumsi paprika yang berlebihan dan dalam jangka waktu panjang mungkin menimbulkan beberapa efek samping ringan, diantaranya sakit perut, diare, perut panas, berkeringat, dan pilek21.

Sebuah studi menyarankan, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi lebih dari 5000 mg per hari ekstrak capcaisin paprika karena mungkin akan menimbulkan efek samping yang cukup berat22.

Salah satu efek samping berat akibat mengonsumsi capcaisin paprika dalam jangka panjang adalah dapat menyebabkan kerusakan hati atau ginjal21.

Jika digunakan sebagai obat luar, capcaisin paprika pada beberapa orang menimbulkan efek samping berupa sensasi terbakar pada kulit, iritasi kulit, dan gatal-gatal24.

back to menu ↑

Peringatan

Beberapa orang perlu menghindari mengonsumsi atau menggunakan paprika karena alasan sebagai berikut21:

  • Gangguan perdarahan: Paprika mungkin dapat meningkatkan risiko perdarahan pada orang yang mengalami gangguan perdarahan. Ini karena paprika berperan sebagai pengencer darah alami, sehingga disarankan untuk tidak mengonsumsi paprika.
  • Kulit rusak: Jika kulit anda rusak atau sensitif, sebaiknya menghindari menggunakan obat luar paprika
  • Diabetes: Jika Anda sedang menggunakan obat Diabetes, sebaiknya menghindari konsumsi paprika secara bersamaan. Mengonsumsi paprika bersamaan dengan obat diabetes dapat mempengaruhi efektivitas obat sehingga  gula darah akan semakin rendah.
  • Pembedahan: Paprika mungkin dapat meningkatkan perdarahan selama dan setelah operasi. Sebaiknya hentikan penggunaan paprika setidaknya 2 minggu sebelum jadwal operasi Anda.
back to menu ↑

Kesimpulan

Paprika memiliki kandungan senyawa bioaktif yaitu capcaisin, polifenol, dan beberapa mineral penting yang berkhasiat untuk kesehatan.

Oleh karena itu, mengonsumsi paprika secara rutin sangat baik dan dapat mencegah timbulnya penyakit.

Di sisi lain, kami tidak menyarankan penggunaan paprika dalam jumlah berlebihan dan jangka waktu lama karena dapat menyebabkan beberapa efek samping.

Anda juga perlu menghindari penggunaan paprika jika sedang mengalami gangguan perdarahan, kulit rusak/sensitif, sedang mengonsumsi obat diabetes, dan akan melakukan pembedahan.

Terakhir, jika Anda ingin menggunakan paprika untuk pengobatan, kami juga sarankan agar berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Selama ini, penelitian-penelitan memang telah mengonfirmasi kebaikan dan berbagai manfaat dari paprika.

Akan tetapi skalanya masih terbatas pada laboratorium dan hewan percobaan.

Oleh karena itu, ke depan penelitian dalam skala lebih besar dan melibatkan manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat-manfaatnya.

Referensi
  1. http://medcraveonline.com/PPIJ/PPIJ-06-00157.pdf[][][][]
  2. https://terbitan.biotek.lipi.go.id/index.php/biotrends/article/view/18/pdf[]
  3. https://www.researchgate.net/publication/287995881_THE_ROLES_OF_CAPSICUM_IN_DIABETES_MELLITUS[]
  4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25771490/[]
  5. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3705341/[]
  6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6827103/[][][][]
  7. http://www.stlukeseye.com/wp-content/uploads/2017/01/Nutrition-Handout.pdf[]
  8. https://www.researchgate.net/publication/327003217[]
  9. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/capsanthin[]
  10. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19646292/[]
  11. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/23364[]
  12. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26976969/[]
  13. https://www.healthbenefitstimes.com/paprika/[]
  14. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15632265/[]
  15. https://www.researchgate.net/publication/343502330[]
  16. https://www.natureword.com/tag/paprika-arthritis-pain/[]
  17. https://www.honestdocs.id/paprika[]
  18. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4971034/[][]
  19. https://www.drugs.com/npp/capsicum-peppers.html[]
  20. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4181/capsaicin-topical/details[]
  21. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-945/capsicum[][][][]
  22. https://fcer.org/capsicum/[][]
  23. https://www.rxlist.com/consumer_capsicum/drugs-condition.htm[]
  24. https://idnmedis.com/paprika[]
Share this:
Srikaya.id
Logo
Enable registration in settings - general