Hemat dan Penuh Manfaat, Ini Dia 10 Manfaat Tempe

Seiring dengan berjalannya waktu, kini tempe tidak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Selain mudah diolah dan harganya terjangkau, ternyata ada banyak manfaat tempe seperti mengatasi diabetes dan mencegah kanker.

Menurut peneliti, kandung zat gizi yang tinggi seperti protein, vitamin B12, antioksidan pada tempe juga dapat mendatangkan manfaat kesehatan yang luar biasa.

Mau tau apa saja manfaatnya? Simak ulasannya berikut ini.

Bantu Atasi Diabetes

Suatu penelitian menunjukkan tempe kedelai dapat mencegah berkembangnya penyakit diabetes atau kencing manis.

Hal tersebut dikarenakan kedelai pada tempe mengandung senyawa antioksidan isoflavon yang cukup tinggi.

Isoflavon tersebut mengatur metabolisme gula darah dan lemak sehingga dapat membantu penyembuhan diabetes mellitus tipe 2 1.

Pada penelitian lain, ditunjukkan bahwa isoflavon pada kedelai dapat menurunkan kadar gula darah hewan yang menderita diabetes mellitus 2.

Jadi, bagi penderita diabetes, tidak ada salahnya jika rutin mengonsumsi tempe kedelai sebagai tambahan terapi.

back to menu ↑

Bantu Pengobatan Kolesterol & Turunkan Trigliserida

Ternyata, kandungan isoflavon pada tempe kedelai juga bisa menurunkan kolesterol, lho.

Isoflavon tersebut dapat mengurangi kadar kolesterol total dan trigliserida pada tubuh.

Kolesterol merupakan lemak yang dihasilkan oleh tubuh, sementara trigliserida adalah lemak dari makanan yang telah dikonsumsi.

Selain kolesterol total dan trigliserida, LDL atau kolesterol jahat pada tubuh juga dapat berkurang secara signifikan karena antioksidan ini 3.

Nggak cuma itu, penelitian lain juga menyebut bahwa dibandingkan dengan protein hewani, protein dari kedelai dapat menurunkan trigliserida sebesar 12,4 %, kolesterol total sebesar 4,4 %, dan LDL sebesar 5,7 % 4.

Selain itu, kandungan isoflavon yang tinggi pada tempe juga dapat mengurangi resiko penyakit jantung yang bisa terjadi akibat penumpukan lemak di sekitar jantung5.

Bagi penderita kolesterol, tempe bagus banget buat dikonsumsi sehari-hari nih!

back to menu ↑

Bantu Menurunkan Berat Badan

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, dan hipertensi.

Kebiasaan makan makanan tinggi lemak dan karbohidrat serta kurangnya aktivitas fisik dianggap sebagai penyebab utama obesitas.

Konsumsi tempe kedelai bisa dijadikan solusi alternatif bagi diet penderita obesitas.

Pada kacang kedelai, terdapat banyak komponen bioaktif yang dapat mengobati obesitas.

Komponen bioaktif berupa protein kedelai, peptid, dan isoflafon tersebut dapat  membantu mengurangi berat badan 6.

Terlebih lagi, proses fermentasi pada kacang kedelai dapat melipatgandakan jumlah komponen bioaktif tersebut serta membuat komponen bioaktif bekerja lebih efektif.

Di samping itu, masih berhubungan dengan diet, ternyata tempe juga dapat menghambat rasa lapar lho!

Soalnya, tempe mengandung protein yang cukup tinggi.

Terbukti dari penelitian terhadap 20 pria obesitas, diet tinggi protein nabati seperti tempe dapat mengendalikan nafsu makan serta menurunkan berat badan 7.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dari subjek yang diberi makan daging-dagingan sebagai sumber protein.

back to menu ↑

Bantu Jaga Kesehatan Tulang

Selain tinggi protein, tempe kedelai juga tinggi kalsium, mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang.

Produk susu memang dikenal dengan sumber kalsium, tapi siapa sangka tempe ternyata mengandung kalsium yang dapat diserap dengan jumlah yang sama seperti penyerapan kalsium pada produk susu 8.

Tidak hanya untuk pertumbuhan tulang pada masa kanak-kanak, kalsium juga dibutuhkan orang dewasa terutama wanita menopause untuk mempertahankan kepadatan tulang.

Jadi buat kamu yang punya intoleransi terhadap susu, bisa coba konsumsi tempe sebagai gantinya.

back to menu ↑

Sumber Antioksidan yang Mengurangi Stress Oksidatif

Stress oksidatif merupakan keadaan saat radikal bebas dalam tubuh lebih banyak dibanding dengan antioksidan.

Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat tingginya kadar radikal bebas dalam tubuh antara lain adalah penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Isoflavon pada kedelai dan tempe memiliki peran yang sama penting sebagai antioksidan.

Namun, jika dibandingkan dengan kedelai, isoflavon pada tempe menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi9.

Dengan kata lain, tempe memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga dapat membantu mengurangi stress oksidatif.

back to menu ↑

Sebagai Anti-Inflamasi dan Anti-analgesik

Tempe berpotensi sebagai anti-inflamasi karena telah melalui proses fermentasi oleh kapang Rhizopus.

Inflamasi atau peradangan merupakan respon alami untuk melindungi tubuh dari penyakit dan melibatkan sistem imun.

Anti-inflamasi berfungsi untuk meredakan nyeri dan demam yang terjadi akibat proses inflamasi tersebut.

Suatu penelitian menyatakan bahwa tempe memiliki aktivitas biologi yang tinggi, yaitu efek menguntungkan yang dapat menekan laju inflamasi10.

Hal tersebut juga berhubungan dengan potensi tempe sebagai anti-analgesik atau pereda nyeri.

back to menu ↑

Mengandung Prebiotik

Gak tanggung-tanggung, nih. Ternyata tempe juga mengandung prebiotik, serat yang berguna untuk sistem pencernaan karena dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri baik seperti Lactobacillus dan Streptococcus.

Prebiotik dapat meningkatkan respon imun, bantu penyerapan kalsium, menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat, mengurangi gejala tukak lambung serta dapat menjaga tingkat keasaman lambung 11.

Meskipun rendah kalori, konsumsi prebiotik tetap perlu diperhatikan karena kelebihan prebiotik dapat menyebabkan diare dan flatulensi atau penumpukan gas dalam perut.

back to menu ↑

Sebagai Anti-kanker

Pada tempe, terkandung fitoestrogen genistein dan daidzein yang merupakan senyawa antikanker 12.

Suatu studi di Jepang menyebut bahwa tempe kedelai juga mengandung protein yang dapat menurunkan angka kematian akibat kanker saluran pencernaan 13.

back to menu ↑

Sumber Vitamin B12

Vitamin B12 merupakan vitamin yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang, sehingga kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan masalah tulang seperti osteoporosis 14.

Selain itu, vitamin B12 juga dapat mencegah anemia karena berfungsi untuk membentuk sel darah merah15.

Tapi jangan khawatir nih, karena bakteri pada proses fermentasi tempe ternyata dapat membentuk vitamin B12.

Jadi, untuk kamu para vegetarian atau vegan, jangan lupa rutin konsumsi tempe ya!

back to menu ↑

Membantu Pengobatan Asma

Siapa sangka, ternyata tempe kedelai juga dapat bantu pengobatan asma.

Studi terhadap pasien asma yang diterapi dengan isoflavon kedelai menunjukkan hasil signifikan dalam menurunkan asma berat 16.

Untuk penderita asma, mulai rutin konsumsi tempe yuk.

back to menu ↑

Melindungi kerusakan hati

Selain manfaat kesehatan yang sudah disebutkan diatas, tempe masih memiliki manfaat kesehatan lainnya.

Salah satunya adalah melindungi kerusakan hati.

Dibuktikan dari percobaan pada hewan yang mengalami kerusakan hati akibat alkohol, konsumsi tempe kedelai efektif memperbaiki kerusakan tersebut 17.

back to menu ↑

Cara Konsumsi Tempe

Tempe sangat mudah diolah untuk dijadikan beragam masakan yang sedap.

Namun, pengolahannya tetap perlu diperhatikan supaya manfaatnya bisa didapat dengan maksimal.

Hal tersebut dikarenakan isoflavon pada tempe sangat dipengaruhi oleh suhu.

Tempe yang digoreng dapat mengurangi kandungan isoflavon.

Bahkan, pengolahan makanan yang terbuat dari kedelai dengan suhu tinggi dapat merusak kandungan isoflavonnya hingga 80 %.

Kami sarankan untuk mengolah tempe dengan cara ditumis, dikukus, atau dipanggang dengan suhu sedang.

back to menu ↑

Efek Samping Tempe

Meskipun tempe merupakan makanan yang tergolong aman dikonsumsi, sayangnya manfaat tempe tidak bisa dirasakan oleh semua orang.

Hal tersebut dikarenakan terdapat beberapa orang yang memiliki alergi terhadap protein kedelai.

Respon alergi yang ditimbulkan pun beragam, mulai dari ruam pada kulit, bengkak, hingga sesak napas.

Selain itu, masih terdapat beberapa perdebatan diantara peneliti mengenai manfaat dan efek samping fitoestrogen yang terkandung dalam tempe kedelai.

Konsumsi kedelai pada bayi, wanita menyusui, wanita hamil atau wanita dengan program kehamilan, perlu diperhatikan dengan baik karena dapat mempengaruhi kerja hormon reproduksi 18.

Hal tersebut didukung dari penelitian lain yang menunjukkan bahwa konsumsi kedelai berlebihan dapat mempengaruhi fungsi sistem reproduksi wanita 19.

Tapi penelitian tersebut juga menyebutkan, konsumsi tempe dalam  jumlah wajar (1-2 porsi) dalam diet seimbang tidak akan berdampak buruk terhadap fungsi ovarium, organ reproduksi utama wanita.

Dari sisi lain, menurut penelitian lain, fitoestrogen dikatakan dapat digunakan sebagai pengganti estrogen yang hilang akibat menopause 20.

Hal tersebut dikarenakan kedelai mengandung senyawa fitoestrogen yang tinggi, yaitu senyawa seperti hormon estrogen yang berperan penting dalam sistem reproduksi wanita.

back to menu ↑

Kesimpulan

Harga yang murah, rasanya yang enak serta ketersedian yang berlimpah membuat tempe sering menjadi lauk sehari-hari di Indonesia.

Makanan lokal ini pun sarat akan zat gizi, menjadikannya makanan bergizi terutama untuk vegetarian.

Nggak cuma itu, berbagai penelitian juga membuktikan bahwa tempe dapat bantu atasi berbagai penyakit kronik, bantu jaga kesehatan tulang, mengandung vitamin B12, mengandung prebiotik, bantu terapi asma hingga mencegah kanker.

Konsumsi tempe setiap hari sesuai kebutuhan dapat menghasilkan efek yang luar biasa, namun perlu diperhatikan bagi orang yang memiliki alergi kedelai untuk sebaiknya menghindari atau membatasi tempe dalam konsumsi sehari-hari.

Referensi
  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6163431/[]
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3766609/[]
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17413118/[]
  4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15064101/[]
  5. https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/CIRCULATIONAHA.119.041306[]
  6. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan/article/view/21973/14777[]
  7. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24944057/[]
  8. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19995131/[]
  9. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.3109/13880209.2014.942791[]
  10. https://www.researchgate.net/publication/338065290_Anti-inflammatory_analgesic_and_acute_toxicity_effects_of_fermented_soybean[]
  11. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5622781/[]
  12. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23267126/#:~:text=Genistein%20and%20daidzein%2C%20the%20soy,genes%20controlling%20cell%2Dcycle%20progression[]
  13. https://academic.oup.com/ije/article/29/5/832/821450[]
  14. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12612156/[]
  15. https://jurnal.ugm.ac.id/bik/article/view/4649[]
  16. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6612283/[]
  17. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24058369/[]
  18. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3074428/[]
  19. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3139237/[]
  20. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4270274/[]
Share this:
Srikaya.id
Logo
Enable registration in settings - general