Berbagai Manfaat Vitamin D di Masa Pandemi Covid-19 yang Penting Anda Ketahui!

Manfaat vitamin D dapat kita peroleh dengan berbagai cara salah satunya dengan berjemur di bawah sinar matahari.

Vitamin D dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah terinfeksi virus COVID-19.

Itu sebabnya, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, para ahli kesehatan menganjurkan masyarakat untuk berjemur di bawah sinar matahari.

Tapi selain itu, masih ada manfaat lain dari Vitamin D yang mungkin belum Anda ketahui.

Mari simak manfaat-manfaat dan efek sampingnya.

Meningkatkan Imunitas Tubuh

Sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari mikroorganisme berbahaya seperti virus dan bakteri.

Vitamin D berperan penting dalam meningkatkan respon imun tubuh.

Penelitian terbaru menunjukkan, vitamin D mungkin dapat membantu orang-orang terhindar dari COVID-19.1

Menurut riset, Vitamin D dapat meningkatkan imunitas tubuh melawan berbagai infeksi seperti tuberkulosis, influenza, dan penyakit saluran napas dikarenakan bakteri atau virus.2

Bahkan, ilmuwan menyarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D3 sebanyak 10000 IU setiap hari selama 2 minggu untuk meningkatkan kadar vitamin D di dalam tubuh.1

Namun begitu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi seberapa efektifnya vitamin D dalam mencegah COVID-19.

back to menu ↑

Mencegah Batu Empedu

Batu empedu adalah batuan kecil yang berasal dari kolesterol yang terbentuk di saluran empedu manusia.

Sebuah riset menemukan, batu empedu dikaitkan dengan jumlah vitamin D yang rendah dalam tubuh khususnya pada wanita hamil.3

Menurut riset, suplemen vitamin D diduga berpotensi mencegah batu empedu pada wanita hamil.4

Vitamin D berperan penting dalam pengaturan garam empedu sehingga menghambat pembentukan batu empedu.5

back to menu ↑

Meningkatkan Kualitas Tidur

Mayoritas masyarakat Indonesia ternyata memiliki kualitas tidur yang rendah.

Kualitas tidur yang rendah berdampak pada kesehatan fisik, mental, bahkan kesejahteraan seseorang.

Vitamin D diketahui memiliki kaitan dengan kualitas tidur seseorang. Kekurangan vitamin ini telah dibuktikan berhubungan erat dengan kualitas tidur yang lebih buruk.6

Kekurangan Vitamin D bisa menyebabkan kualitas tidur buruk

Menurut riset, vitamin D dapat meningkatkan kualitas dan durasi tidur pada orang dewasa.7

Oleh karena itu, agar kualitas tidur tetap baik, maka Anda dianjurkan untuk sering berjemur atau mengonsumsi makanan kaya vitamin D.

back to menu ↑

Menguatkan dan Menjaga Kesehatan Tulang

Tulang berfungsi menopang tubuh, menyangga otot-otot dan melindungi organ-organ tubuh lainnya.

Selama ini kita hanya mengenal kalsium sebagai zat yang berperan penting dalam pembentukan dan penguatan tulang.

Namun tahukah Anda, ternyata kalsium tidak bekerja sendiri dalam menjalankan fungsinya tersebut?

Vitamin D adalah salah satu zat gizi yang membantu kalsium untuk membentuk, membangun dan memperkuat tulang.

Vitamin D membantu penyerapan kalsium yang memperkuat tulang

Sebuah riset menunjukkan, vitamin D dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium pada usus sehingga membantu pertumbuhan tulang dan mencegah kerapuhan tulang.8

Riset lain juga menunjukkan, konsumsi vitamin D dapat meningkatkan kekuatan tulang dan otot, serta menurunkan risiko patah tulang.9

Mengonsumsi vitamin D (800 IU) bersama dengan kalsium (1000-1200 mg) setiap hari dapat membantu mencegah risiko mengalami patah tulang.10

back to menu ↑

Mencegah Diabetes Mellitus

Banyak riset yang menunjukkan bahwa vitamin D berperan penting dalam mencegah diabetes mellitus tipe 1 maupun tipe 2.

Diabetes tipe 2 adalah tipe diabetes yang diderita oleh kebanyakan orang.

Menurut penelitian, individu yang mendapat suplemen vitamin D sebanyak 500 IU setiap hari bisa menurunkan risiko diabetes mellitus tipe 2 hingga 13%.11

Orang yang kadar vitamin D nya lebih tinggi bahkan memiliki risiko 43% lebih rendah menderita diabetes mellitus tipe 2 .11

Hasil penelitian lain juga menunjukkan, rutin mengonsumsi vitamin D di usia muda diprediksi mampu mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 1 hingga 80% selama 30 tahun ke depan.

back to menu ↑

Penting untuk Kehamilan

Janin di masa kehamilan membutuhkan gizi yang cukup untuk pertumbuhan yang optimal.

Sebuah riset melaporkan, vitamin D selama kehamilan penting untuk pertumbuhan janin yang sehat.12

Riset lain juga melaporkan, konsumsi vitamin D selama kehamilan dapat menurunkan risiko ibu hamil terpapar penyakit, serta dapat mencegah terjadinya kelahiran prematur.13

back to menu ↑

Penting untuk Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan, vitamin D dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung.14

Penelitian menemukan bahwa kadar vitamin D yang lebih rendah meningkatkan risiko terjadinya stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan kematian dini akibat penyakit jantung.15 16

Sebaliknya, kadar vitamin D yang lebih tinggi menurunkan risiko seseorang menderita beberapa penyakit jantung.

Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kadar vitamin D agar terhindar dari berbagai macam penyakit jantung.

back to menu ↑

Baik untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

Sebuah riset menemukan, kadar vitamin D terbukti berhubungan dengan risiko gangguan kesehatan gigi & mulut.17

Vitamin D diketahui dapat menjaga kesehatan gigi & mulut.

Vitamin ini ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan gigi, tetapi juga dapat menjaga kesehatan mulut karena efek anti-radang dan anti-mikrobanya.18 19

back to menu ↑

Baik untuk Kulit dan Jerawat

Vitamin D ternyata juga dapat membantu mencegah kulit dari penuaan dini, kulit kering, psoriasis (peradangan kulit), atau eksim (atopic dermatitis).20 21

Menurut riset, orang yang mempunyai masalah jerawat biasanya kadar vitamin D-nya lebih rendah dibandingkan orang yang tidak memiliki masalah jerawat.22

Ini menunjukkan bahwa vitamin D dapat mencegah peradangan kulit seperti pada masalah jerawat.

back to menu ↑

Anti-kanker

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D juga dapat menghambat perkembangan sel-sel kanker, seperti kanker payudara, prostat, usus besar, kulit, otak, dan leukemia.23

Penelitian menunjukkan, vitamin D dan kalsium dapat menurunkan kejadian timbulnya kanker hingga 60%.24.

Selain itu, kami juga menemukan sebuah penelitian lain yang melibatkan 1666 wanita penderita kanker payudara.

Hasilnya, pasien yang mengonsumsi vitamin D secara rutin dinyatakan berpeluang berumur lebih panjang dibandingkan yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin D sama sekali.25.

back to menu ↑

Sumber Vitamin D dari Makanan

Ada 2 bentuk Vitamin D, yaitu vitamin D2 dan vitamin D3.

Vitamin D2 berasal dari sumber nabati, sementara vitamin D3 berasal dari sumber makanan hewani atau dapat diperoleh langsung dari berjemur dibawah sinar matahari.

Sumber makanan hewani dapat diperoleh dari minyak hati ikan kod, hati sapi, kuning telur, dan beberapa jenis daging ikan seperti tongkol, salmon, tuna, dan mackerel yang merupakan sumber vitamin D terbaik.26 27

Sementara sumber makanan nabati dapat diperoleh dari keju, jamur, serta makanan olahan yang sudah diperkaya Vitamin D.26 27.

Untuk Anda yang vegetarian, vitamin D dapat diperoleh dari jamur, beberapa produk susu nabati seperti susu almond, susu kedelai, susu beras (rice milk), sereal, yogurt, dan jus jeruk.28

Vitamin D juga dapat diperoleh dari suplemen yang dapat dikonsumsi baik untuk orang biasa maupun yang vegetarian.

back to menu ↑

Sumber Vitamin D dari Sinar Matahari

Cara mendapatkan Vitamin D yang terbaik adalah dengan berjemur.

Ketika kita berjemur, sinar matahari yang masuk kulit akan diubah menjadi pre-vitamin D3, yang selanjutnya akan diubah lagi menjadi vitamin D3.29

Vitamin D3 ini kemudian ditranspor ke organ hati untuk disimpan.

Suatu penelitian melaporkan, berjemur selama 13 menit sebanyak tiga kali seminggu sudah cukup untuk menjaga tingkat vitamin D tubuh.30

Berjemur selama 13 menit 3x seminggu cukup menjaga kebutuhan Vitamin D tubuh

Penelitian lain juga menemukan bahwa berjemur selama 30 menit mampu meningkatkan level vitamin D setara dengan mengonsumsi 10.000-20.000 IU vitamin D.31

back to menu ↑

Kebutuhan Vitamin D

Kebutuhan harian vitamin D dibedakan berdasarkan jenis kelamin & umur seseorang.

Berikut adalah kebutuhan vitamin D harian yang direkomendasikan di Indonesia:32

  • Anak usia 0-11 bulan: 10 mcg (400 IU)
  • Anak usia 1-9 tahun: 15 mcg (600 IU)
  • Laki-laki & perempuan usia 10-64 tahun: 15 mcg (600 IU)
  • Laki-laki & perempuan usia 65-80 tahun keatas: 20 mcg (800 IU)

Khusus untuk ibu hamil dan menyusui, tidak perlu adanya penambahan asupan vitamin D.

Cukup mengikuti rekomendasi asupan vitamin D berdasarkan kelompok umur saja sudah dapat memenuhi kebutuhan vitamin D harian Anda.

back to menu ↑

Akibat Kekurangan Vitamin D

Setidaknya sekitar 1 milyar orang di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin D.

Biasanya orang-orang mengalami kekurangan vitamin D karena:26

  • Kurang paparan sinar matahari,
  • Kurangnya konsumsi makan mengandung vitamin D khususnya pada kelompok vegetarian,

Berikut ini adalah efek yang dapat ditimbulkan akibat kekurangan atau defisiensi vitamin D:33

  • Tingkat ringan: dapat menimbulkan hipokalsemia (kadar kalsium darah rendah) dan hiperparatiroidisme (kelebihan hormon yang diproduksi paratiroid) yang dapat berkontribusi pada risiko tulang keropos , jatuh, dan patah tulang terutama pada kelompok lansia.
  • Tingkat berat: dapat menimbulkan nyeri tulang, nyeri sendi, pegal-pegal, kelelahan, otot berkedut, dan kekebalan tubuh menurun).
  • Kekurangan pada anak: lambatnya pertumbuhan dan perkembangan tubuh, perubahan struktur tulang, mudah mengalami patah tulang, mudah tersinggung, hingga lesu.
  • Kekurangan pada kehamilan: tekanan darah tinggi, bayi lahir dengan berat badan rendah, pertumbuhan pasca kelahiran yang buruk, kerapuhan tulang, dan dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun.34
back to menu ↑

Cara Mengukur Kadar Vitamin D

Pemeriksaan kadar serum 25-hydroxivitamin D atau 25(OH)D adalah cara untuk mengukur kadar vitamin D dalam tubuh.

Melalui tes darah ini, kita dapat mengetahui apakah kita kekurangan vitamin D atau tidak.

Sebuah penelitian menunjukkan, serum 25(OH)D yang normal adalah ≥ 20 µg/L untuk populasi umum.

Untuk kalangan lansia yang berisiko jatuh atau yang menderita osteoporosis disarankan menjaga level 25(OH)D nya di atas 30 µg/L .35

Jika kadar serum 25(OH)D Anda di bawah angka tersebut, maka direkomendasikan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D atau lebih sering berjemur.

back to menu ↑

Akibat Kelebihan Vitamin D

Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan hipervitaminosis D walau jarang ditemukan.

Hipervitaminosis D disebabkan karena kelebihan asupan vitamin D, bukan karena paparan sinar matahari yang berlebihan.

Sebuah riset melaporkan, kelebihan vitamin D dapat menyebabkan beberapa gejala seperti anoreksia, muntah, poliuria (peningkatan frekuensi buang air kecil), haus yang berlebihan, kebingungan dan melemahnya otot-otot.33

Kelebihan vitamin D juga dapat menimbulkan risiko luka pada lambung, dan pankreatitis (peradangan pankreas), serta dapat menyebabkan aritmia jantung (detak jantung tidak normal).36

Kelebihan vitamin D dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan peningkatan jumlah kalsium dalam ginjal dan nyeri tulang.33

Mengonsumsi vitamin D lebih dari 100 mcg (4000 IU) untuk usia dewasa dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan kelebihan vitamin D.26

Untuk itu, sebaiknya jangan berlebihan mengonsumsi makanan kaya vitamin D bersamaan dengan suplemen vitamin D untuk menghindari kejadian hipervitaminosis D.

back to menu ↑

Interaksi Vitamin D dengan Zat atau Obat Lain

Beberapa zat seperti kalsium, vitamin K, magnesium, dan seng (zinc) dapat mempercepat proses penyerapan vitamin D.

Di sisi lain, penyerapan vitamin D juga dapat dihambat oleh beberapa obat-obatan tertentu, antara lain:26

  • Orlistat: obat menurunkan berat badan. Mengonsumsi obat ini diketahui dapat mengurangi penyerapan vitamin D dari makanan dan suplemen yang dikonsumsi.
  • Statin: obat penurun kolesterol ini dapat mengurangi pembentukan vitamin D.
  • Steroid: obat peradangan ini dapat merusak metabolisme vitamin D dan mengurangi efektifitas penyerapan kalsium.
  • Thiazide: obat hipertensi. Mengombinasikan obat ini dengan suplemen vitamin D dapat menyebabkan hiperkalsemia (kelebihan kalsium). Ini karena perpaduan kedua obat tersebut dapat menyebabkan peningkatan kadar kalsium darah.
back to menu ↑

Kesimpulan

Di tengah pandemi COVID-19, meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui konsumsi vitamin D atau berjemur adalah hal yang sangat penting.

Vitamin D diketahui dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga berpotensi mencegah risiko terinfeksi virus COVID-19.

Di sisi lain, vitamin D juga memiliki manfaat lain seperti dari melindungi tulang, otot dan kesehatan jantung, hingga mencegah terjadinya kanker.

Cara terbaik dan termudah untuk memenuhi kebutuhan vitamin D adalah dengan berjemur minimal 15 menit 3x seminggu.

Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dengan mengonsumi makanan seperti minyak hati dan daging ikan, kuning telur, hati sapi, dan jamur.

Referensi
  1. https://www.researchgate.net/publication/340409592[][]
  2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3571641/[]
  3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27696253/[]
  4. https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10620-015-3901-8[]
  5. https://www.journalcra.com/article/study-serum-vitamin-d3-serum-calcium-biliary-calcium-gallstone-disease[]
  6. https://academic.oup.com/sleep/article/38/2/251/2416956[]
  7. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6213953/[]
  8. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3944130/[]
  9. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257679/[]
  10. https://www.researchgate.net/publication/5793416[]
  11. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21731035[][]
  12. https://www.researchgate.net/publication/225184836[]
  13. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4365423/[]
  14. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28251933/[]
  15. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25710567/[]
  16. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22936341[]
  17. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0960076017300304[]
  18. https://www.researchgate.net/publication/51485529[]
  19. https://www.researchgate.net/publication/294428416[]
  20. https://www.insider.com/how-does-vitamin-d-affect-your-skin-2019-1[]
  21. https://www.karger.com/Article/FullText/485132[]
  22. https://www.dovepress.com/vitamin-d-levels-in-patients-with-and-without-acne-and-its-relation-to-peer-reviewed-fulltext-article-CCID[]
  23. https://mct.aacrjournals.org/content/3/3/373[]
  24. http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/94[]
  25. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5473032[]
  26. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-HealthProfessional/#en17[][][][][]
  27. https://www.fda.gov/food/food-additives-petitions/vitamin-d-milk-and-milk-alternatives[][]
  28. https://www.healthline.com/health/vegan-vitamin-d#vegan-sources[]
  29. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3897598/[]
  30. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20072137/[]
  31. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-from-sun#overview[]
  32. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019[]
  33. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532266/[][][]
  34. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19846050/[]
  35. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4545131/[]
  36. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557876/[]
Share this:
Srikaya.id
Logo
Enable registration in settings - general